Senin, 15 Juni 2015

Humor Dewasa Tentang Suami Perkasa





Humor Dewasa Tentang Suami Perkasa


 Seorang lelaki berumur 80 tahun menikah dengan perempuan berumur 30 tahun. Mereka memutuskan untuk tidur di kamar terpisah karena si suami kalau tidur ngorok dan mengganggu tidur istrinya.
 Malam pertama setelah pesta pernikahan, si istri sudah siap-siap akan tidur ketika terdengar pintu kamarnya diketuk. Ternyata suaminya yang sudah ‘siap tempur’. Merekapun berhubungan layaknya suami istri. Setelah selesai si suami kembali ke kamarnya.
 Si istri kembali bersiap-siap untuk tidur ketika beberapa menit kemudian suaminya masuk lagi. Perempuan tersebut melayaninya dengan baik dan setelah selesai si suami meninggalkan kamarnya. Kali ini si istri yakin tidak akan diganggu lagi dan bersiap untuk tidur.
 Ia sudah hampir sampai ke alam mimpi ketika terdengar pintu diketuk-ketuk. Ternyata suaminya yang mengajak berhubungan intim. Walaupun terkejut dan hampir tak percaya, si istri melayaninya. Ia sangat terkesan dengan keperkasaan suaminya.
 “Saya tidak menyangka Mas sekuat ini. Tiga kali dan ketiganya memuaskan. Padahal pacar saya dulu, yang usianya jauh lebih muda dari Mas, hanya kuat sekali,” kata si istri.
 “Lho, tadi saya sudah ke sini toh?”


+++


 Humor Di Malam Pertama Ibarat Penjahat dan Penjara


 Sepasang pengantin baru sedang bersiap menikmati malam pertama mereka. Pengantin perempuan berkata, “Mas, aku masih perawan dan tidak tahu apa-apa tentang seks. Maukah Mas menerangkannya lebih dulu sebelum kita melakukannya?”
 “Seks itu sederhananya begini?., kita umpamakan penjara, punya kamu selnya dan punyaku penjahatnya. Di penjara, penjahat harus dimasukkan ke dalam sel,” terang pengantin lelaki. Lalu mereka pun mulai bercumbu mengarungi lautan asmara.
 Ketika sudah selesai dan si pengantin lelaki sedang berbaring akan memejamkan mata, si pengantin perempuan berkata, “Mas, penjahatnya lepas.”
 Pengantin lelaki pun mulai lagi memasukkan ‘penjahatnya’. Rupanya si pengantin perempuan sangat menikmati hubungan asmara yang baru pertama ini ia rasakan. Setiap kali selesai, ia selalu mengatakan bahwa penjahatnya lepas atau melarikan diri, keluar dari selnya.
 Setelah sekian kali, si pengantin lelaki dengan nafas terengah-engah berkata, “Dik, penjahat yang ini tidak menjalani hukuman seumur hidup.”


 +++


 Salah Celup

 Bardhono (bukan nama sebenarnya) adalah seorang pemuda yang dalam waktu dekat akan menghabiskan masa lajang-nya dengan mengawini gadis sedesanya di daerah Kretek, mBantul.
 Sebagai pemuda yang masih kencur dalam hal “The Art of Sex” dan “How to Satisfy Your Wild Desire”, maka ia ingin dapat ilmu dari orang-2 yang dianggap layak ngandani paring pitutur.
 Bak Joko Tingkir, pergilah dia ke Imogiri, naik getek menyusuri kali Opak ke rumah Pak-De-nya, Lurah Imogori. Yo ngerti dewe, kalau Lurah mesti pengalaman dan memiliki jam terbang yang jauh lebih tinggi.
 Setelah acara basa-basi Jowo selesai, maka beginilah kira-2 advis Pak-De-nya.
 “Wis to le … mumpung waktunya masih 2 bulan lagi, ada baiknya “barang”mu kamu gedein dulu… Carane di celup nganggo teh “Wayu” (teh wayu adalah teh yang sudah sedikitnya semalam berada dalam teko/poci dan berkasiat untuk membesarkan “apa saja” yang direndam disitu).
 Nggih sendiko Pak-De …, jawab pemuda Bardhono.
 Bener …. selama 2 bulan menjelang perkawinan, pemuda Bardhono rajin nyelup teh “Wayu” …
 Mbasan tibo titi wancine …. pas malam pertama ….. Ndeso Kretek geger … Mantene wedog bengok-2 karo nangis …. padahal wis jam 2.00 bengi.
 Pak De nya yang ikut nginep disitu, ikut kaget karo mesem-2… wah anjuranku pasti siiip iki.
 Critane manten wedok komplain… barange mas Bardhono keciliken jarene.. sak bithing tok… karo mbrebes mili…
 Pak De kaget luaaaar biasa … lho kok bisa kebalikannya … Bertanggung jawab… advisnya kok bisa dadi cikal bakal keributan …
 Usut punya usut … kesalahan bukan pada advis Pak De, tapi pemuda Bardhono sing keliru nyelup pakai… Slimming Tea nya, Mustika Ratu.

http://www.seksualitas.net/humor-suami-perkasa-lucu.htm
 

Ciri Pria Perkasa


Ini Ciri Pria Perkasa Lho



Para dokter berbeda pendapat ihwal cara pengukuran, apakah seorang pria mengalami ejakulasi dini atau tidak. Menurut dokter Naek L. Tobing, seksolog pengelola Center for Sex and Marital Studies, Jakarta, setidaknya ada tiga kategori yang sekarang berkembang untuk memastikan masalah itu.

1. Orgasme pasangan

Seorang pria mengalami ejakulasi dini jika tak mampu menahan ejakulasi sehingga istri hanya mencapai orgasme sekitar 50 persen dari seluruh frekuensi hubungan seks. Misalnya, pasangan ini berhubungan seks 10 kali sebulan, dan istri hanya orgasme empat kali, maka suami termasuk pengidap ejakulasi dini.

2. Lamanya hubungan seks

Sejumlah penelitian mendapat hasil berbeda, ada yang menyebut rata-rata hubungan seks butuh waktu 4-7 menit, 10 menit, atau 20 menit. Besar kemungkinan, perbedaan itu terjadi karena saat responden ditanya, mereka tak melihat jam saat berhubungan seks. Perbedaan itu membuat para ahli sulit menjadikan lamanya hubungan seks sebagai patokan.

3. Jumlah tusukan

Jumlah tusukan atau hentakan penis ke dalam vagina dinilai lebih tepat sebagai tolok ukur, meski angka yang didapat para ahli juga berbeda-beda. Ada yang menyebut minimal delapan dorongan, ada pula yang mematok 15 hentakan. Penelitian Naek mendapatkan hasil, sebagian besar istri mampu mencapai orgasme bila suami mampu melakukan 20 kali hentakan, dan sebagian kecil istri orgasme hanya dengan 10 kali dorongan. Itu sebabnya, suami disebut normal jika bisa melakukan 10-20 tusukan, baru ejakulasi. Jika kurang dari 10 hentakan, sang suami sudah “menyerah”, dia masuk kategori ejakulasi dini. Sebaliknya, jika bisa lebih dari 20 hentakan, berarti ia suami perkasa.

http://gaya.tempo.co/read/news/2011/11/21/205367565/Ini-Ciri-Pria-Perkasa-Lho